Prof. Mahfud MD Mengkritisi Pembubaran Kajian Ust Kholid Basalamah Oleh Banser NU

Prof. Mahfud MD Mengkritisi Pembubaran Kajian Ust Kholid Basalamah Oleh Banser NU

Pembubaran/pemberhentian Kajian ini berlangsung beberapa hari lalu saat ust Kholid Basalamah mengisi kajian tentang Keluarga di daerah Siduarjo.

Sebelum acara dilaksanakan sudah mendapatkan penentangan dari pihak Banser NU. Akhirnya diadakanlah dialog antara pihak panitia dengan pihak Banser yang difasilitasi oleh polres Siduarjo. Yang menyepakati beberapa point, salah satu hasil dari dialog tersebut adalah adanya perubahan-perubahan jadwal dan tempat kajian (kajian tetap dilaksanakan).

Namun pada saat hari H pelaksanaan kajian yang sudah direvisi waktunya, pihak Banser NU tetap melakukan aksi protes diluar masjid. Kejadian ini menjadi heboh di dunia Maya, banyak dari netizen yang menyayangkan aksi pembubaran ini terlebih tema kajian pada saat itu hanya akan membahas masalah keluarga Islami.

Salah satu tokoh nasional dan merupakan salah satu tokoh Organisasi Islam NU yaitu Prof. Mahfud MD menyayangkan tindakan pemberhentian Kajian tersebut, sebagaimana yang beliau tulis dalam akun Twitter-nya berikut :

“Sy kira perlu dijerninhkan oleh NU atau GP Ansor. Jgn2 disusupi pemecahbelah. Mengapa membubarkan pengajian ttg akhlaq berkeluarga?” kata Mahfud melalui akun Twitter-nya @mohmahfudmd.

“Klau soal membangun rumah tangga yg harmonis spt Nabi mestinya tak diusir. Klau memprovokasi perpecahan atau mem-bid’ah2-kan orng, ya distop,” Lanjut Mahfud.

Dalam twit yang lain beliau juga menegaskan bahwa yang berhak membubarkan suatu ceramah/pengajian itu hanya polisi.

“Kalau berceramah tentang tentang bid’ah boleh saja. Yang tidak boleh itu kalau mem’bidah2kan amaliah org dgn ngawur. Tp tetap, yg blh membubarkan acr2 hny polisi,”


comments
0 Komentar untuk "Prof. Mahfud MD Mengkritisi Pembubaran Kajian Ust Kholid Basalamah Oleh Banser NU"

Terimakasih sudah membaca tulisan ini, silahkan berikan komentar. Dilarang menggunakan kata-kata kotor, hujatan ataupun kata-kata tercela lainnya.

Kami akan menghapus komentar yang kurang berkenan dan tidak relevan dengan tulisan

Back To Top