MADRASAH TERMINAL Eps. 01

MADRASAH TERMINAL / eps.1

-          WARUNG KLEPAS KLEPUS

Disuatu pagi rutinitas siswa-siswi mampir ke warung kopi, comot gorengan dan pesan nasi uduk untuk sarapan. Kelar makan kemudian minum air putih gratisan, tak lupa isapan berhala Sembilan centi berkepala api yang selalu setia didalam kantong seragam. Maklum di warung pinggir jalan, jadi bebas klepas-klepus walau ada guru lewat yang memperhatikan itu sudah biasa dan juga gurupun mendiamkannya saja.

Selang beberapa menit bel sekolah berbunyi, tapi sayang masih tanggung rokok baru habis setengah batang mau dibuang sayang Karena belinya mahal. Al Hasil klepusan dilanjutkan, Gak peduli pintu gerbang mau ditutup, ya silahkan. Masih banyak juga teman-teman dengan gaya dan kelakuan sama, jadi tak apalah.

-          HAFAL ALASAN, HUKUMAN SUDAH BIASA

Masuk gerbang sekolah sudah lewat 15 menit dari sejak bel masuk tadi. Berjalan masuk bergerombol persis Gangster Kurus Hitam seperti preman-preman kurang makan. Ditanya oleh guru piket tentang alasan keterlambatan, mereka jawab dengan serentak seperti paduan suara yang kurang terlatih. Alasan kesiangan, anter adik, jemput kaka, nungguin angkot,nunggu temen, nyamper teman, macet dan alasan-alasan kosong lainnya. Tujuannya agar guru piket merasa iba dan kasian Karena alasan yang mereka lontarkan. Karena merekapun sudah paham bahwa siswa yang terlambat akan mendapatkan hukuman.

Sebelum diperintah mereka sudah memahami dahulu malah langsung bertanya jumlah hukumannya “Berapa Pak?” (untuk skot jam). Karena gerombolan ini sudah terbiasa telat dan sang guru juga tau keadaan mereka sebelum masuk ke lingkungan sekolah. Langsung dibayar cash oleh guru “100 Kali”, biasanya Cuma dapet 30 atau paling banyak 50 . “Beneran 100 Pak” tanya mereka. “IYA” Jawab Tegas Guru, akhirnya mereka menjalani hukuman skot jam 100 kali yang diawasi langsung oleh guru piket dengan pengawasan dari hitungan 1 sampai dengan 100.

Kejadian pagi hari seperti ini sudah sering terulang hampir setiap hari, berbagai jenis hukuman sudah mereka coba dan jalani. Namun, tak kapok dan juga jera. Entah apa yang salah dari semua ini, sistem sekolahkah? Atau memang tabiat anak-anak yang undisiplin. Wallahu ‘alam bis showab.

Rynoedin


Tag : cerpen
comments
0 Komentar untuk "MADRASAH TERMINAL Eps. 01"

Terimakasih sudah membaca tulisan ini, silahkan berikan komentar. Dilarang menggunakan kata-kata kotor, hujatan ataupun kata-kata tercela lainnya.

Kami akan menghapus komentar yang kurang berkenan dan tidak relevan dengan tulisan

Back To Top