Cerita Pendakian Ciremai Via Apuy

Puncak Ciremai


"Kehabisan Air di Puncak Ciremai"

Assalamualaikum . . .

Sahabat Facebook, sudah lama sepertinya saya tidak menulis disini. Kali ini saya ingin  menulis tentang pengalaman yang baru saja saya rasakan yaitu melakukan pendakian gunung tertinggi di Jawa Barat.

Teman-teman yang sudah biasa mendaki mungkin tak asing lagi dengan gunung ini, karena gunung ini adalah salah satu gunung terfavorit di wilayah Jawa Barat. Gunung Ciremai namanya, memiliki ketinggian 3078 MDPL (tertinggi di Jawa Barat) memiliki tantangan tersendiri bagi para pendaki yang menyukai petualangan.

Bertepatan dengan hari Iedul Adha kami memulai perjalanan dari Bekasi untuk melaksanakan pendakian gunung Ciremai. Mengapa kami memilih hari Iedul Adha kali ini, karena hari Ied saat ini bertepatan dengan hari Jum'at dan otomatis tanggal merah berada di hari itu. Kami memang biasa mencari tanggal merah di hari Jum'at untuk pendakian karena Sabtu Ahad biasanya teman-teman yang lain libur, nah waktu libur panjang 3 hari itu kita manfaatkan untuk mendaki gunung  agar tidak mengganggu waktu kerja.

Gunung Ciremai memiliki 3 jalur pendakian yaitu Jalur Apuy,  Jalur Palutungan dan Linggarjati. Kami  melakukan pendakian melalui Jalur Apuy yang berada di wilayah administrasi Majalengka, karena menurut pengakuan teman-teman pendaki lain jalur Apuy adalah jalur paling ramah untuk pendaki pemula seperti kami.

Jumlah rombongan peserta yang mengikuti pendakian ini berjumlah 16 orang, jumlah yang cukup besar untuk pendakian yang hebat saat ini.

Memulai Pick up point di Sekolah Boedi Luhur, kami order Grab menuju Terminal Bekasi. Tibanya di Terminal Bekasi kami kaget karena tidak menemukan bus tujuan Bantarejeug bus yang biasanya ramai dan berbaris rapih menunggu gantian bus yang didepan penuh kini benar-benar tidak ada sama sekali. Saya coba bertanya kepada kenek mobil jurusan lain tentang keberadaan bus yang akan kami tumpangi, ternyata mobilnya ada tapi masih dalam perjalanan menuju terminal Bekasi.

Sesaat kami menunggu kehadiran bus, akhirnya datang juga dan langsung diserbu oleh penumpang lain yang sudah menunggu lama juga disini. Begitu banyaknya penumpang, saya harus rela berdiri selama perjalanan dari Bekasi ke Majalengka sekitar 4 Jam.

Kami sampai di Terminal Maja sekitar pukul 16.00 WIB langsung disambut oleh supir-supir pick up yang menawari jasa angkutan ke POS pendaftaran pendakian Gunung Ciremai. Sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan pick up,kami membeli keperluan logistik dan air mineral di minimarket yang ada tepat didepan terminal Maja. Setelah keperluan logistik terpenuhi semua barulah kami ber 16 melanjutkan perjalanan dengan 2 mobil pick up (mobil bak) ke pos pendaftaran.

Trek dari terminal Maja menuju pos pendaftaran cukup sulit bagi supir amatir, karena jalannya yang berliku-liku dan sempit ditambah masih banyak jalan yang masih bebatuan, tapi tentu saja supir yang mengendarai mobil kami sudah terbiasa dengan jalan seperti ini, karena hampir setiap hari mereka melewati jalur ini.

Hal menarik dari perjalanan terminal Maja ke pos pendaftaran adalah suguhan pemandangan perkebunan sayur mayur yang tumbuh subur di sekitaran kaki gunung Ciremai. Pemandangan ini  sangat jarang kami temukan di Bekasi.
Sampai di Pos pendaftaran sekitar pukul 17.00 wib. Kami beristirahat sejenak sambil merapikan barang-barang bawaan dan juga menyiapkan air yang akan dibawa selama pendakian. Mendaki gunung Ciremai artinya kita harus membawa persediaan air yang banyak karena ketersediaan air hanya  ada di pos pendaftaran dipos-pos selanjutnya kita tidak menemukan sumber air untuk minum atau masak, jadi berat sedikit tidak mengapa karena untuk keselamatan dan kenyamanan kita selama di pendakian.

Selesai mengurus SIMAKSi kami memulai pendakian, tapi kami ditahan oleh petugas karena ketika itu bertepatan dengan adzan Maghrib. Sekitar 15 menit kami menunggu adzan dan shalat Maghrib kami memulai pendakian yang diawali dengan stand breafing untuk pengarahan.

Pendakian dimulai dengan tenaga yang masih full karena sebelumnya juga sudah terisi oleh makan nasi dan telur sebagai suplemen kekuatan kita sebelum pendakian, menuju pos 1 dengan kondisi yang masih segar. Tidak terasa kami sampai pos 1 untuk istirahat shalat dsb.

Dari pos 1 ke pos 2 memiliki jarak yang lumayan panjang, sehingga menguras tenaga kami. Sesekali kami istirahat di tengah perjalanan menuju pos 2. Sampai di pos 2 kami istirahat sedikit lama, karena untuk mengisi tenaga menuju pos-pos berikutnya.

Selesai istirahat kami melanjutkan pendakian menuju pos 3, trek perjalanan menuju pos 3 lebih berat dari pos-pos sebelumnya. Sesekali kami istirahat kembali ditengah perjalanan menuju pos 3 dengan kondisi waktu menuju pertengahan malam. Sampai pos 3 saya mengusulkan kepada rombongan untuk membuka tenda, karena melihat kondisi peserta yang sudah sangat lelah dan waktu yang terus berlarut malam. Tapi teman-teman memilih untuk melanjutkan perjalanan menuju pos selanjutnya.

Hampir tepat pukul 02.00 wib dini hari kami sampai di Pos 4 dan membuka tenda untuk beristirahat. Kondisi badan benar-benar sudah sangat lelah, sehingga kami tidak lagi berpikir untuk makan atau minum, kami hanya ingin istirahat dan tidur setelah tenda selesai dipasang.

Pagi hari berikutnya, kami tinggalkan barang-barang bawaan kami ditenda dan melanjutkan perjalanan menuju puncak Ciremai. Dengan Kondisi badan yang mulai fresh kembali dan perut yang sudah terisi pula oleh makan dan minuman.
Pendakian dimulai menuju POS 5, tempat yang seharusnya kami membuka tenda ketika malam tadi. Dari pos 5 menuju pos 6 Goa Walet menjadi berat bagi kami, beberapa peserta rombongan banyak yang tertinggal karena kelelahan. Sebagian peserta bertugas menjaga teman-teman yang kelelahan menuju pos 6. Bahkan ada beberapa peserta yang memutuskan untuk tidak melanjutkan pendakian dan turun kembali menuju tenda di POS 4.

Adapun saya dan 6 orang peserta rombongan melanjutkan pendakian di depan menuju puncak Ciremai. Dibelakang kami masih ada sebagian peserta yang melanjutkan pendakian dengan kondisi yang lemah.

Tak lama kami sampai di pos terakhir, pos 6 Goa Walet. Artinya kami tinggal 300 Meter lagi menuju puncak tertinggi Jawa Barat. Istirahat sejenak dan menikmati indahnya berada di atas awan Jawa Barat yang begitu mengagumkan.
Kabar buruknya Goa Walet yang biasa dijadikan tempat untuk mengambil air kini sedang kering, Al hasil kami harus bertahan dengan stok air yang mengering dalam jerigen dengan perjalanan turun nanti sekitar 4 jam menuju tenda.

Trek terakhir menuju puncak menjadi trek terberat dan terekstrem, kami harus sedikit merangkak berpegangan bebatuan dan akar pohon. Beberapa kali saya terpeleset menginjak tanah dan bebatuan yang licin diselimuti debu tebal.

Puncak Ciremai
Sekitar 30 menit pendakian akhirnya kami sampai juga dipuncak Ciremai, rasa haru dan bahagia menyatu dalam rasa ini. Jujur saya hampir-hampir meneteskan air mata ketika sampai di atas sana, kami dan kelompok lain yang berbarengan sampai dipuncak pun bahagia luar biasa seperti memenangkan suatu perlombaan dengan hadiah yang besar. Bayangkan betapa bahagianya kami.

Dipuncak kami tidak bisa berlama-lama karena masih ada kawan kami yang lainnya menunggu di tengah jalan pendakian untuk turun kembali ke pos 4 dimana tenda kami didirikan.


Bekasi, 6 September 2017
Rian Abu Sausan
Tag : gunung
comments
0 Komentar untuk "Cerita Pendakian Ciremai Via Apuy"

Terimakasih sudah membaca tulisan ini, silahkan berikan komentar. Dilarang menggunakan kata-kata kotor, hujatan ataupun kata-kata tercela lainnya.

Kami akan menghapus komentar yang kurang berkenan dan tidak relevan dengan tulisan

Back To Top