Membidik Peluang Bisnis Online Mengatasi Kelesuan Ekonomi Bag.2




Dahulu kalau kita ingin memulai berjualan harus memiliki modal yang besar untuk menyiapkan tempat, barang dagangan dan repotnya birokrasi perijinan. Sehingga kesempatan kita untuk belajar berdagang sangatlah sulit. Pedagang didominasi oleh orang-orang yang terbiasa secara turun temurun melakukan perdagangan, dan terkadang hanya identik dengan suku tertentu yang memang terbiasa dalam berdagang.

Sebelumnya silahkan baca tulisan sebelumnya : BelajarMenjadi Pebisnis Online yang Sukses (Insya Allah) Bag. 1

Pada zaman teknologi informasi ini setiap orang dimudahkan untuk mencoba belajar mencari peruntungan, sehingga dagang menjadi alternatif setiap orang untuk mendapatkan uang tambahan. Peluang ini harus kita manfaatkan sebagai sebuah peluang usaha.

Beredar kabar juga saat ini di pasar-pasar tradisional dan elektronik sedang mengalami kelesuan, sepi pengunjung dan penjualan. Sepertinya bukan karena tingkat daya beli yang menurun, beberapa teman saya malah meningkat daya belinya, tapi mereka tidak membeli di toko secara langsung. Mereka lebih suka memilih barang di marketplace, selain menghemat waktu dan tenaga, barang yang ditawarkan di marketplace harganya lebih bersaing. Lebih hemat bisa mencapai 50% lebih, bahkan dibawah itu.

Mau tidak mau, suka tidak suka begitulah tuntutan keadaan pada saat ini, bila kita tidak mengikutinya maka kita bersiap untuk tertingal. Tidak ada salahnya juga kita mengikuti perkembangan ini selama tidak menyalahi aturan dan norma.

Menjalankan bisnis secara online tidaklah sama dengan bisnis offline, secara prinsip memang sama  untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya. Tapi secara teknis ada beberapa perbedaan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Orang yang sudah terbiasa menjalankan bisnis secara offline belum tentu bisa menjalankan bisnis secara online, begitupun sebaliknya, orang yang mahir menjalankan bisnis online belum tentu mampu bisa menjalankan bisnis secara offline. Tapi tidak sedikit juga orang yang mampu menjalankan 2 model bisnis secara bersamaan.

Sebelum kita memulai bisnis dengan model apapun, harus diawali dengan belajar berbisnis. Baik secara teori atau juga praktek, salah satu sekolah bisnis yang ada di Indonesia adalah Sekolah Bisnis 2 Kodi Kartika yang diprakarsai oleh kang Rendy Saputra seorang CEO Keke Busana. Dengan biaya terjangkau dan metode yang praktis memudahkan kita untuk mengetahui ilmu-ilmu dasar tentang bisnis. Sekolah bisnis ini bisa kita terapkan ke 2 metodi bisnis diatas baik online maupun offline. Tidak perlu bertatap muka, cukup kita panteng di layar kaca insyaAllah kita sudah bisa mendapatkan ilmu “daging” tentang bisnis. Bagi anda yang ingin mempelajari tentang sekolah bisnis ini silahkan untuk kunjungi link berikut : https://goo.gl/tx15Rk

Baik kita lanjut  . . .

Menjalankan bisnis berarti menjalankan dunia usaha yang kita sukai, maksudnya adalah kita akan lebih mudah menjalankan bisnis dengan menjual barang-barang yang sesuai dengan minat dan keinginan kita. Sebagai contoh, misal kita adalah seorang yang menyukai olahraga maka alangkah baiknya kita menjual perlengkapan alat-alat olahraga, sedikit banyak pastilah kita sudah mengetahui barang-barang yang dibutuhkan untuk olahraga, mana barang berkelas dan mana barang KW yang bisa dijual dengan harga murah. Contoh lain, misal kita seorang wanita berhijab, silahkan saja untuk menjual produk-produk syar’i,seperti jilbab, gamis dll.

Selain untuk meraih keuntungan dalam berbisnis, tanamkan juga dalam diri kita untuk mendapatkan nilai pahala dalam bisnis dengan membantu oranglain dengan perantara barang yang kita jual. Kita juga bantu saudara-saudara kita untuk meningkatkan pendapatan dengan bisnis kita dengan merekrut mereka untuk bekerjasama dengan kita untuk menjalankan bisnis tersebut.


Tag : bisnis
comments
0 Komentar untuk "Membidik Peluang Bisnis Online Mengatasi Kelesuan Ekonomi Bag.2"

Terimakasih sudah membaca tulisan ini, silahkan berikan komentar. Dilarang menggunakan kata-kata kotor, hujatan ataupun kata-kata tercela lainnya.

Kami akan menghapus komentar yang kurang berkenan dan tidak relevan dengan tulisan